Saturday, November 13, 2010

Kau Teman Sahabat, WTV

Malam siang berlalu
Gerhana kesayuan tiada berkesudahan

Detik masa berlalu tiada berhenti
Oh syahdunya

Sejenak kuterkenang hakikat perjuangan
Penuh onak dan cabaran

Bersama teman-teman harungi kehidupan
Oh indahnya

Berat rasanya di dalam jiwa
Untuk melangkah meninggalkan semua

Kasih dan cinta yang terbina
Dia kan selamanya

Slamat berjuang sahabatku
Semoga Allah berkatimu
Kenangan indah bersamamu takkan kubiar ia berlalu
Berjuanglah hingga ke akhirnya
Dan ingatlah semua ikrar kita

Hati ini sayu mengenangkan sengsara di dalam perjuangan
Jiwaku merana dan meronta mengharapkan kedamaian dan jua ketenangan

Tetapi kuatur pada hakikat suka dan duka dalam perjuangan
Perlu ketabahan dan kekuatan
Keteguhan hati berlandaskan iman

Slamat berjuang sahabatku
Semoga Allah berkatimu
Kenangan indah bersamamu takkan kubiar ia berlalu
Berjuanglah hingga ke akhirnya
Dan ingatlah semua ikrar kita


Selamat Berjuang Sahabatku by Hijjaz

----------
I wanted to put Teman Sejati.
But really, I mean, that song is all-timer.
Like, it'll forever be THE friendship song.

But to think again, that is a song in the search of a teman sejati.

This above mention song is when I have found you, then things happened, and so this song comes in.

Yeah, a lot of things have happened. (And more to come, I warn you!)

I just hope that you will not forget all those memories that you have of us, just keep them at bay. Y'know, cuz you'll go CRAAAZY if you remember them ALL THE TIME. Hahaha.

And I said, 'all those memories that you have of us' because some things that happened might be memorable to you and not to me, or vice versa. So, you know. So pardon my ignorance sometimes. Cuz I know, of all people, you are the most sensitive and good-matured-kinda-way with you sensitivity, if you know what mean. I can't describe it, really. But you know when you said someone is sensitive, you kinda thinks that that person is sensitive to things around her/him and sorta like make face, or cry about it, or, I don't know. Make up something of your own version already!

But you are not. You are very composed and as I've said, very matured. Sorta like, that feeling is burning in you, but you just sorta put it away and let it dissolves on its own, without ever making a scene of it.

Ahh, wtv dude. So I end with this song:
----------


Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi

Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru

Dan hidupku kini ceria..

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkan kulupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan

Mungkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman

Tuhan berikan daku kekuatan

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkan kulupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mungkinkah kita terlupa Tuhan ada janjiNya
Bertemu berpisah kita ada rahmat dan kasihNya

Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah gelita
Hadirlah cahaya

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkan kulupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Untuk selamanya


Untukmu Teman by Brothers



No comments:

Post a Comment