So today is not my up day. If you know what I mean.
And I haven't woken up from that nightmare either.
Orang Melayu kata, sudah jatuh ditimpa tangga.
First, the PC.
Then my assignment result...
Orang kata, setiap yang berlaku tu ada hikmahnya.
Memang pun, tapi diri sendiri aje yang dalam denial, tidak mahu menerima hakikat.
Kerana sesungguhnya manusia itu memang diciptakan dhoif. Tidak pernah merasa cukup dengan apa yang mereka ada. Tidak mungkin dapat memenuhi keinginan, nafsu, al-hawa'.
Nafsu itu memang is a part of manusia. Ia membawa ke arah yang tidak baik, melainkan ia dilawan dan dikawal.
Nafsu hanya mengaku Allah itu tuhan apabila dalam keadaan lemah.
Therefore, point today is: KAWAL NAFSU.
Cara?
Banyakkanlah zikir, doa, dan membaca Al-Quran. Wah, apa lagi? What? Are you expecting a magic word or something?
Kalau dah zikir banyak2 pun still tak rasa nafsu itu tunduk, paling tidak pun ke tahap nafsu lawwamah, still ada rasa nak buat perkara2 tak baik,... Hah, then, there is something wrong somewhere.
I mean, as a whole, the point of zikir itself is to mendekatkan diri kepada Allah. Dengan mengingati Allah, jiwa akan menjadi tenang. Bila jiwa tenang, insyaAllah akan terkawal nafsu itu.
Dengan membaca Al-Quran, ia membersihkan hati. Masakan hati yang kotor sinonim dengan nafsu ammarah?
Think about it... Think seriously.
No comments:
Post a Comment